<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hipnotis.Net</title>
	<atom:link href="http://hipnotis.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hipnotis.net</link>
	<description>Ensiklopedia Hipnotisme Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jun 2011 05:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sugesti</title>
		<link>http://hipnotis.net/uncategorized/2-sugesti</link>
		<comments>http://hipnotis.net/uncategorized/2-sugesti#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari ? Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai : &#8220;Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-4"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: maroon;">&#8220;Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud &amp; tujuan sugesti tersebut ! &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yang dimaksudkan dengan &#8220;memberikan pengaruh&#8221; adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar &#8220;menyetujui&#8221; Sugesti dimaksud.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Terdapat 2 macam &#8220;gaya&#8221; dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya <strong>Authoritarian</strong> dan gaya <strong>Permissive</strong>. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada  di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Terdapat 2 macam &#8220;gaya&#8221; dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya <strong>Authoritarian</strong> dan gaya <strong>Permissive</strong>. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada  di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Suatu rangkaian kata atau kalimat, agar benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya menerapkan beberapa &#8220;aturan&#8221; sebagai berikut ini :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Client Language Preference</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pergunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh Subyek, dalam hal ini adalah &#8220;bahasa ibu&#8221; dari Subyek, serta kosa kata &amp; istilah yang dipahami oleh Subyek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"></span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pacing – Leading</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Secara sederhana dalam kaidah hipnotis, Pacing berarti &#8220;fakta&#8221; dan Leading berarti &#8220;saran&#8221;. Kalimat-kalimat hipnotis adalah kalimat saran yang diselipkan diantara kalimat fakta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Repetition</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Lakukan pengulangan-pengulangan di kata dan kalimat penting, karena pengulangan akan lebih efektif dalam &#8220;menembus&#8221; pikiran bawah sadar.</span></p>
<p class="MsoNormal" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Selanjutnya cara membawakan sugesti ini juga sangat berpengaruh terhadap efektifitas sugesti, yang dimaksud cara adalah penggunaan intonasi, jeda, dsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Secara umum tidak ada kaidah &#8220;salah&#8221; atau &#8220;benar&#8221; dalam membawakan suatu sugesti, akan tetapi yang lebih penting adalah sugesti tersebut dapat dibawakan secara alamiah, sesuai dengan gaya dasar dari Hypnotist. Meniru gaya seorang Hypnotist lain tidak dilarang, tetapi tidak disarankan jika ternyata hal ini merubah pola alamiah dari Hypnotist.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/uncategorized/2-sugesti/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Masuknya Informasi Ke Pikiran Bawah Sadar</title>
		<link>http://hipnotis.net/uncategorized/proses-masuknya-informasi</link>
		<comments>http://hipnotis.net/uncategorized/proses-masuknya-informasi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Yan Nurindra Dalam kehidupan riel, kita berhubungan dengan dunia luar melalui data yang terdiri dari (1). Visual (pandangan) (2). Audio (suara) (3). Kinestetik (rasa) (4). Gustatori (rasa pengecapan) (5). Olfaktori (bau). Secara sederhana Panca Indera adalah pintu masuk dari data ini memasuki diri kita. Seluruh data tidak akan langsung masuk ke Pikiran Bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Yan Nurindra </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan riel, kita berhubungan dengan dunia luar melalui data yang terdiri dari (1). <strong>Visual </strong>(pandangan) (2). <strong>Audio</strong> (suara) (3). <strong>Kinestetik</strong> (rasa) (4). <strong>Gustatori </strong>(rasa pengecapan) (5). <strong>Olfaktori </strong>(bau). Secara sederhana Panca Indera adalah pintu masuk dari data ini memasuki diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5"></span>Seluruh data tidak akan langsung masuk ke Pikiran Bawah Sadar, tetapi diproses terlebih dahulu oleh suatu perangkat yang berfungsi sebagai penyaring, yaitu <strong>Critical Area</strong>. Di beberapa literatur sering juga perangkat ini disebut sebagai <strong>RAS</strong> (Reticular Activating System). Walaupun sedikit berbeda, akan tetapi secara sederhana dapat dianggap memiliki fungsi yang sama. Berikutnya untuk mempermudah kita namakan saja perangkat ini sebagai Filter Pikiran Bawah Sadar.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img title="More..." src="http://hipnotis.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" width="1" height="1" />Sesuai dengan fungsinya, maka Filter ini akan menyaring data yang masuk dari dunia luar, melalui mekanisme penyaringan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : fokus, minat, nilai etika &amp; moral, dan keaktifan dari Pikiran Sadar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang kita kagumi berbicara, misalkan seorang tokoh bisnis, maka kita akan menjadi sangat fokus, dimana pada saat fokus inilah Filter Pikiran Bawah Sadar akan lebih terbuka, sehingga seluruh informasi yang disampaikan akan cenderung lebih mudah memasuki diri kita, terlepas apakah informasi tersebut benar atau salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lainnya adalah saat kita mengendarai mobil dan menunggu giliran lampu merah, maka secara rileks mungkin mata kita memandang sekeliling. Pada saat inilah citra (image) seluruh benda yang kita pandang akan cenderung lebih mudah untuk memasuki Pikiran Bawah Sadar, termasuk papan iklan yang mungkin menawarkan berbagai produk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi pada saat Filter Pikiran Bawah Sadar berkurang keaktifannya disebut juga sebagai keadaan Hipnosa, atau Hypnos. Dimana selanjutnya akan kita sadari bahwa keadaan Hipnosa merupakan keadaan alamiah kita sehari-hari, atau dengan kata lain kita sangat sering keluar dan masuk kondisi Hipnosa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Formal Hypnosis (Genuine Hypnosis), keterampilan seorang Hypnotist adalah membuat Filter orang lain menjadi berkurang keaktifannya, sehingga sugesti akan lebih mudah memasuki Pikiran Bawah Sadar yang bersangkutan, atau dengan kata lain seorang Hypnotist trampil untuk membawa seseorang ke kondisi Hipnosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik yang diterapkan oleh seorang Hypnotist dalam mempengaruhi Filter orang lain adalah melalui komunikasi yang sangat persuasif, baik secara verbal maupun non verbal.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/uncategorized/proses-masuknya-informasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parts Therapy</title>
		<link>http://hipnotis.net/advanced-hypnotherapy/parts-therapy</link>
		<comments>http://hipnotis.net/advanced-hypnotherapy/parts-therapy#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Nurindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advanced Hypnotherapy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku yang sangat sulit diubah pada umumnya berakar kepada suatu &#8220;keuntungan tersembunyi&#8221; yang terdapat pada perilaku dimaksud, disebut juga sebagai &#8220;Secondary Gain&#8221;. Secara sederhana, dalam diri Client terdapat 2 pribadi yang saling bertentangan, dimana satu pihak berusaha untuk menuju perubahan yang diinginkan, sedangkan di sisi lain terdapat pihak yang berusaha mempertahankan perilaku dimaksud karena adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perilaku yang sangat sulit diubah pada umumnya berakar kepada suatu &#8220;keuntungan tersembunyi&#8221; yang terdapat pada perilaku dimaksud, disebut juga sebagai &#8220;Secondary Gain&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara sederhana, dalam diri Client terdapat 2 pribadi yang saling bertentangan, dimana satu pihak berusaha untuk menuju perubahan yang diinginkan, sedangkan di sisi lain terdapat pihak yang berusaha mempertahankan perilaku dimaksud karena adanya &#8220;Secondary Gain&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-7"></span>Prinsip dasar dari Parts Therapy, Hypnotherapist harus melakukan identifikasi dan pemisahan kepribadian Client sehingga menjadi 2 bagian yang saling bertolak-belakang. Untuk keperluan Parts Therapy sebaiknya Client dalam kondisi Medium Trance.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dilakukan pemisahan kepribadian secara tegas (benar-benar terpolarisasi), maka kepada masing-masing pribadi dilakukan penggalian lebih mendalam, dengan maksud untuk mengetahui alasan atau latar belakang dari masing-masing sisi kepribadian ini dalam membentuk motivasi dan perilaku dari Client.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah penggalian dilakukan dengan seksama, dan telah diperoleh berbagai hal yang diperlukan, maka Hypnotherapist harus melakukan &#8220;leading&#8221; untuk memotivasi agar sisi kepribadian yang &#8220;menghambat&#8221; dapat menuju ke sisi pribadi yang ingin &#8220;berubah&#8221;. Teknik yang dipergunakan harus benar-benar melibatkan empati agar pergerakan motivasi dari kepribadian yang &#8220;menghambat&#8221; ini berlangsung secara &#8220;smooth&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kedua kepribadian ini mulai &#8220;bertemu&#8221; di titik yang positif, maka Hypnotherapist harus melakukan peng-integrasian motivasi antara kedua kepribadian ini. Pada sesi ini biasanya dapat berlangsung Abreaction (pelepasan emosi) yang lebih bernuansa keharuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hypnotherapist harus melakukan konfirmasi terhadap Client untuk meyakinkan bahwa Client telah memasuki kondisi yang sangat positif.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik Parts Therapy umumnya digabung dengan teknik Anchoring, Symbol Empowerment, dan tentu saja Direct Suggestion yang berupa kesimpulan dan empowerment.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/advanced-hypnotherapy/parts-therapy/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Past Life Regression</title>
		<link>http://hipnotis.net/uncategorized/past-life-regression</link>
		<comments>http://hipnotis.net/uncategorized/past-life-regression#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 13:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Yan Nurindra PLR merupakan suatu area yang kontroversial, karena menyangkut kepercayaan dan keyakinan. Di sisi lain PLR sudah menjadi bidang eksperimental tersendiri di hipnotis, bahkan cukup banyak studi dan tulisan mengenai hal ini. Ketika kita memutuskan untuk membicarakan Past Life, maka diperlukan sikap &#8220;pikiran terbuka&#8221; serta sikap apresiatif terhadap fenomena kesemestaan, yang terkadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Oleh : Yan Nurindra</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">PLR merupakan suatu area  														yang kontroversial,  														karena menyangkut  														kepercayaan dan  														keyakinan.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"> Di sisi lain PLR sudah  														menjadi bidang  														eksperimental tersendiri  														di hipnotis, bahkan  														cukup banyak studi dan  														tulisan mengenai hal ini.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"> Ketika kita memutuskan  														untuk membicarakan Past  														Life, maka diperlukan  														sikap &#8220;pikiran terbuka&#8221;  														serta sikap apresiatif  														terhadap fenomena  														kesemestaan, yang  														terkadang melampaui  														agama dan keyakinan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"> Berbicara mengenai PLR,  														berarti kita  														membicarakan bidang  														eksperimental yang  														sangat subyektif,  														sehingga sangat  														memungkinkan terjadi  														silang pendapat antara  														satu hasil eksperimen  														dengan hasil eksperimen  														lainnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"> Penulis terbiasa  														melakukan PLR, karena  														PLR merupakan salah satu  														&#8220;product&#8221; di sentra  														pemberdayaan milik  														penulis. Oleh karena itu  														dalam tulisan inipun  														yang akan lebih  														ditekankan adalah  														pemahaman penulis  														berdasarkan pengalaman  														melakukan PLR tersebut. <strong>&lt;Bersambung&gt;</strong><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/uncategorized/past-life-regression/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hipnotis Sederhana Untuk Anak Balita Atau Anak Penderita Autis</title>
		<link>http://hipnotis.net/various-article/hipnotis-anak</link>
		<comments>http://hipnotis.net/various-article/hipnotis-anak#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 08:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Nurindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Various Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Hipnotis merupakan sebuah teknik untuk &#8220;membuka&#8221; pikiran bawah sadar, dan selanjutnya memasukkan sugesti atau saran sesuai dengan keperluan. Teknik hipnotis mempergunakan seni komunikasi verbal dan non verbal yang sangat persuasif, sehingga pada umumnya hipnotis diterapkan kepada mereka yang sudah memahami komunikasi. Oleh karena hipnotis formal hanya efektif untuk anak yang telah berusia minimal sekitar 7-8 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-371" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px;" title="girl_sleeping" src="http://hipnotis.net/wp-content/uploads/2008/04/girl_sleeping.jpg" alt="" width="175" height="259" />Hipnotis merupakan sebuah teknik untuk &#8220;membuka&#8221; pikiran bawah sadar, dan selanjutnya memasukkan sugesti atau saran sesuai dengan keperluan.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik hipnotis mempergunakan seni komunikasi verbal dan non verbal yang sangat persuasif, sehingga pada umumnya hipnotis diterapkan kepada mereka yang sudah memahami komunikasi. Oleh karena hipnotis formal hanya efektif untuk anak yang telah berusia minimal sekitar 7-8 tahun. Untuk anak-anak balita sebaiknya dipergunakan hipnotis informal atau komunikasi yang berpola hipnotis.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte vml 1]> <![endif]--><img title="More..." src="http://hipnotis.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" width="1" height="1" /><span id="more-12"></span>Hipnotis informal merupakan teknik komunikasi yang berpola khusus, sehingga tidak secara otomatis setiap orang dapat menguasainya. Oleh karena itu berikut ini diberikan teknik yang sangat sederhana untuk &#8220;memasukkan&#8221; sugesti ke anak balita, dimana teknik ini relatif dapat dilakukan oleh setiap orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gelombang otak (Brainwave)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas pikiran manusia dapat diukur dengan sebuah perangkat yang disebut EEG, yang dapat memonitor gelombang otak seseorang yang terkait dengan aktivitas pikirannya. Terdapat 4 wilayah utama gelombang otak, yaitu : <strong>Beta </strong>(kondisi aktif), <strong>Alpha</strong> (kondisi tenang dan fokus), <strong>Theta</strong> (kondisi sangat tenang), dan <strong>Delta</strong> (kondisi tidur).</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi hipnotis yang dalam (deep trance) setara dengan kondisi gelombang <strong>Theta</strong>. Teknik hipnotis adalah seni untuk membawa seseorang dari kondisi aktif (<strong>Beta</strong>) ke kondisi tenang (<strong>Alpha </strong>&amp; <strong>Theta</strong>).</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi Theta adalah kondisi dimana pikiran sadar tidak aktif, dan pikiran bawah sadar bersifat reseptif, atau mudah menerima saran &amp; sugesti dari luar. Kondisi Delta adalah kondisi dimana pikiran bawah sadar tidak aktif, tetapi pikiran bawah sadar non reseptif.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aktifitas gelombang otak menjelang tidur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penjelasan di atas, maka ketika manusia menjelang tidur, yang terjadi adalah penurunan gelombang otak yang menyebabkan terjadinya perpindahan area, yaitu dari Beta, turun ke Alpha, kemudian turun lagi ke Theta, dan akhirnya memasuki tidur sempurna yaitu Delta. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan prinsip bahwa proses tidur adalah proses perpindahan gelombang otak, maka sugesti dapat dimasukkan ketika gelombang otak diperkirakan sudah mulai menyentuh Theta, tetapi belum memasuki Delta.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara praktis, saran atau sugesti untuk anak dapat mulai diucapkan ketika anak mulai tertidur, karena tidur di awal ini belumlah tidur sempurna (Delta) melainkan suatu kondisi dimana pikiran bawah sadar memiliki sifat paling reseptif (Theta). Walaupun kondisi Theta belum merupakan tidur &#8220;sempurna&#8221; akan tetapi bagi Subyek dalam hal ini anak, tidur ini tetap dirasakan sebagai tidur sempurna, sehingga kemungkinan anak tidak akan mendengarkan sugesti yang diberikan, tetapi sugesti ini justru didengarkan dengan baik oleh pikiran bawah sadar mereka, sehingga berproses kepada perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika tepat ketika anak baru mulai tertidur atau sudah mulai tidak merespon suara luar, maka orang tua dapat mulai mengucapkan kalimat-kalimat saran, lakukan sekitar 15 menit secara berkesinambungan. Hal ini penting, karena jika sugesti sempat terhenti beberapa menit, maka anak akan &#8220;meluncur&#8221; memasuki gelombang Delta, atau gelombang tidur alamiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena ini sebenarnya sudah sering dialami anak dimanapun juga, yaitu mereka mudah mengingat dongeng menjelang tidur, walaupun mungkin ketika dongeng ini baru dibacakan, mereka sudah tertidur dengan pulas. Hal ini menunjukkan bahwa dongeng tersebut justru didengarkan oleh pikiran bawah sadar, sehingga menjadi ingatan yang sangat kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik ini juga dapat diterapkan kepada anak autis, karena bagi penderita autis tentu tidak dapat diterapkan hipnotis formal, karena fokus menjadi permasalahan utama bagi anak penderita autis.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempermudah orang tua, maka ucapan sugesti dapat direkam ke sebuah alat pemutar lagu, misal kaset, MP3 player, dll. Hal ini juga efektif, selama anak tidak terganggu tidurnya dengan posisi headphone yang ditempelkan ke telinganya. Dengan alat bantu ini tentu sugesti dapat dilakukan lebih lama lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana aturan untuk menyusun kalimat sugesti ? Silakan lihat di kolom Dasar Hypnosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba !</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/various-article/hipnotis-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The New Encyclopedia</title>
		<link>http://hipnotis.net/resensi-buku/the-new-encyclopedia</link>
		<comments>http://hipnotis.net/resensi-buku/the-new-encyclopedia#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 15:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[The New Encyclopedia of Stage Hypnotism By Ormond McGill Resensi oleh Yan Nurindra Buku ini merupakan buku praktis yang tidak terlalu banyak menjelaskan teori mengenai apa yang terjadi di balik proses hipnotis. Buku ini berisikan bunga rampai dari berbagai teknik induksi, rutin-rutin Stage Hypnosis, contoh-contoh skenario Stage Hypnosis dari para Stage Hypnotist terkenal, dan berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 15px;" src="http://hipnotis.net/wp-images/book_1.jpg" alt="" /><strong>The New Encyclopedia of Stage Hypnotism<br />
</strong>By Ormond McGill</p>
<p><strong>Resensi oleh Yan Nurindra</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini merupakan buku praktis yang tidak terlalu banyak menjelaskan teori mengenai apa yang terjadi di balik proses hipnotis. Buku ini berisikan bunga rampai dari berbagai teknik induksi, rutin-rutin Stage Hypnosis, contoh-contoh skenario Stage Hypnosis dari para Stage Hypnotist terkenal, dan berbagai hipnotis eksperimental, termasuk teknik &#8220;menghipnotis&#8221; hewan dengan cara mengenali sifat dasar hewan terhadap reaksi atau posisi fisik tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-14"></span>Pada bagian induksi, teknik yang diberikan sangat banyak, dan umumnya merupakan teknik-teknik singkat, walaupun juga ada teknik tradisional yaitu Yoga Nidra yang memiliki script cukup panjang. Teknik-teknik induksi yang diberikan merupakan kumpulan dari teknik-teknik yang didapatkan oleh Ormond McGill dari berbagai penjuru dunia, mengingat Ormond McGill adalah Hypnotist yang sangat senior dan disegani, dan telah mendedikasikan puluhan tahun dalam hidupnya untuk dunia hipnotis. Buku ini juga menyinggung teknik mesmerisme yang mempercayai adanya kekuatan transfer pikiran (thought projection).</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini cukup baik sebagai koleksi bagi mereka yang telah mampu melakukan hipnotis, walaupun sebatas hipnotis sederhana. Untuk pemula dibutuhkan kejelian untuk memahami mana teknik yang mudah diterapkan, mana pula yang tidak. Salah satu kelemahan dari buku ini adalah terdapat beberapa bagian yang tumpang-tindih, sehingga terkadang membingungkan bagi para pemula, sebaliknya dengan struktur yang lebih ke arah bunga rampai, maka buku ini dapat dibaca secara acak, atau melompat-lompat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari sulit atau mudahnya memahami buku ini, penulis menyarankan agar setiap Hypnotist memiliki buku ini. Buku ini merupakan salah satu &#8220;kitab suci&#8221; yang wajib dimiliki. Minimal pembaca akan merasakan &#8220;roh&#8221; dan semangat dari Ormond McGill.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/resensi-buku/the-new-encyclopedia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Berlangsungnya Proses Hipnotis ?</title>
		<link>http://hipnotis.net/tanya-jawab/bagaimana-berlangsungnya-proses-hipnotis</link>
		<comments>http://hipnotis.net/tanya-jawab/bagaimana-berlangsungnya-proses-hipnotis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 10:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa hipnotis, terutama hipnotisme panggung, seringkali secara ekstrim mempertunjukkan hal-hal di luar kaidah normal sehari-hari. Oleh karena itu untuk sebagian orang peristiwa hipnotis benar-benar sangat irasional, sedangkan bagi yang lainnya justru menimbulkan sikap skeptis dan dugaan bahwa peristiwa hipnotis sesungguhnya hanyalah suatu rekayasa belaka untuk kepentingan hiburan semata. Bagian ini akan memberikan penjelasan mengenai apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Peristiwa hipnotis, terutama hipnotisme panggung, seringkali secara ekstrim mempertunjukkan hal-hal di luar kaidah normal sehari-hari. Oleh karena itu untuk sebagian orang peristiwa hipnotis benar-benar  sangat irasional, sedangkan bagi yang lainnya justru menimbulkan sikap skeptis dan dugaan bahwa peristiwa hipnotis sesungguhnya hanyalah suatu rekayasa belaka untuk kepentingan hiburan semata.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Bagian ini akan memberikan penjelasan mengenai apa yang terdapat dibalik proses tindakan manusia, dan bagaimana pula hipnotis dapat mempengaruhi proses tindakan tersebut, bahkan lebih jauh lagi dapat memicu tindakan-tindakan yang dinilai tidak masuk akal dan  bertentangan dengan kaidah normal sehari-hari.</span></p>
<p><span id="more-69"></span><strong></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>***</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dalam peristiwa hipnotis, misalkan pada pertunjukkan hipnotis hiburan (stage hypnosis), seringkali memunculkan hal-hal yang tidak dapat dipahami secara rasional misalkan peragaan perilaku di luar kebiasaan normal. Dapatkah dijelaskan secara sederhana, bagaimana hal semacam ini terjadi ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang stage hypnotist melalui teknik tertentu yang nantinya disebut dengan istilah &#8220;induksi&#8221; (induction), dapat membuat  subyek memasuki &#8220;keadaan hypnos&#8221;. Kemudian stage hypnotist memberikan saran (sugesti) yang langsung akan diterima langsung oleh sub-conscious mind atau &#8220;pikiran bawah sadar&#8221; dari subyek, sehingga selanjutnya subyek akan melaksanakan saran yang diberikan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya dalam pertunjukkan stage hypnosis saran yang diberikan adalah saran yang &#8220;tidak masuk akal&#8221;, karena ditujukan untuk menghasilkan efek hiburan, misalkan : &#8220;Ketika anda membuka mata, maka anda merasa yakin bahwa anda adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-31&#8243;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Mengapa sub-conscious mind dapat mengakibatkan seseorang melakukan tindakan yang tidak masuk di akal ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bertindak, manusia dipengaruhi oleh 2 perangkat kesadaran yaitu conscious mind (pikiran sadar) dan sub-conscious mind (pikiran bawah sadar).</p>
<p style="text-align: justify;">Perangkat yang bertugas melakukan analisa adalah conscious mind, sedangkan sub-conscious mind tidak melakukan analisa, karena memang memiliki tugas yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Anda baru saja menjelaskan bahwa tindakan manusia dipengaruhi oleh conscious mind dan sub-conscious mind, tetapi mengapa dalam hal ini seakan-akan peran dari conscious mind dikalahkan oleh sub-conscious mind ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sub-conscious mind memang memiliki peran dominan dalam mempengaruhi tindakan. Sebuah buku berjudul Peace of Mind karangan Sandy Mc Gregor menggambarkan bahwa dalam kondisi normal sub-conscious mind memberikan pengaruh sebanyak 88% dalam proses bertindak, artinya conscious mind hanya memiliki daya pengaruh sebanyak 12%.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Apakah tugas atau peran lain dari sub-conscious mind ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sub-conscious mind mirip dengan &#8220;bank data pengalaman &amp; pemahaman&#8221;, didalamnya berisikan berbagai pengalaman dan pemahaman mulai dari kita lahir sampai dengan hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Berarti seluruh peristiwa yang kita alami dalam kehidupan kita akan terekam di sub-conscious mind ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan saja yang kita alami langsung, bahkan informasi dari orang lain yang belum tentu benar akan dapat memasuki sub-conscious mind dan akan memasuki &#8220;bank data pemahaman &amp; pengalaman&#8221; pula. Pengalaman yang berasal dari orang lain atau pihak lain disebut juga sebagai pengalaman induktif.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dapat dijelaskan lebih lanjut, bagaimana sub-conscious mind dapat menerima data yang &#8220;tidak benar&#8221; ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sub-conscious mind adalah perangkat kesadaran yang bersifat netral, artinya ia tidak membedakan apakah suatu data bernilai &#8220;benar&#8221; atau &#8220;salah&#8221; karena analisa &#8220;benar&#8221; dan &#8220;salah&#8221; merupakan tugas dari conscious mind.</p>
<p style="text-align: justify;">Sub-conscious mind dapat menerima data yang berasal dari pengalaman langsung, maupun data berasal dari edukasi pihak lain. sub-conscious mind tidak memberikan penilaian, dan juga tidak membedakan kedua macam data ini. Seluruhnya akan disimpan di &#8220;bank data pemahaman &amp; pengalaman&#8221; dan dianggap sebagai kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Ada hal yang belum dapat dipahami, sewaktu kita menerima informasi dari pihak lain, bukankah conscious mind kita juga aktif ? Seharusnya conscious mind dapat melakukan analisa terlebih dahulu sebelum meneruskan data ini ke sub-conscious mind ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang sangat baik ! Memang benar antara conscious mind dan sub-conscious mind terdapat sebuah perangkat yang akan memproses informasi sebelum informasi tersebut memasuki sub-conscious mind. Perangkat ini disebut dengan critical area, atau area kritis yang bertugas menampung, menilai, memodifikasi, atau bahkan menghapus informasi yang masuk. Critical area dalam kondisi normal dikendalikan oleh conscious mind.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Kenapa data yang &#8220;tidak benar&#8221; masih dapat memasuki sub-conscious mind, padahal ada critical area yang bertugas menyaring data ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan efektivitas critical area juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : emosi, tingkat fokus, minat, moral, etika, tingkat kepercayaan, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dapat diberikan contoh sederhana ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita berhadapan dengan tokoh yang kita kagumi, maka seluruh informasi yang diberikan cenderung akan kita terima bulat-bulat, nyaris tanpa analisa lagi ! Hal ini terjadi dikarenakan kita sangat mempercayai tokoh ini. Secara teknis critical area kita berkurang efektifitasnya karena tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap tokoh dimaksud, sehingga informasi dengan mudah memasuki sub-conscious mind.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dapat diberikan contoh lain yang dapat menjelaskan hubungan antara tingkat fokus dengan efektivitas dari critical area ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita benar-benar santai beristirahat sambil menyaksikan televisi, maka mata kita cenderung untuk terus terfokus di layar televisi. Pada saat ini critical area akan berkurang efektivitasnya, sehingga seluruh hal yang ditayangkan di televisi tersebut akan mudah memasuki sub-conscious mind dan akan dianggap sebagai pengalaman dan pemahaman, termasuk jika yang kita saksikan adalah tayangan film &#8220;Ibu Tiriku Kejam Sekali&#8221;, maka besar kemungkinan mulai saat itu sub-conscious mind akan berpendapat bahwa setiap ibu tiri pasti bersifat kejam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Berarti &#8220;keadaan hypnos&#8221; adalah suatu kondisi dimana critical area berkurang efektivitasnya ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Benar sekali ! Oleh karena itu di &#8220;keadaan hypnos&#8221; seseorang akan cenderung lebih mudah menerima saran atau informasi, karena peran dari critical area berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Bagaimana dengan sebaliknya, jika critical area seseorang berkurang keaktifannya, apakah dapat diartikan ia akan memasuki &#8220;keadaan hypnos&#8221; ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Benar !</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dari berbagai penjelasan yang telah anda sampaikan, apakah dapat diambil kesimpulan bahwa seorang hypnotist memiliki kemampuan untuk membuat critical area orang lain menjadi berkurang efektivitasnya ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Benar sekali ! Seni komunikasi persuasif dalam proses hipnotis bertujuan untuk membuat critical area menjadi berkurang efektivitasnya !</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Apakah pemilihan model yang membagi perangkat kesadaran menjadi conscious mind dan sub-conscious mind berdasarkan paradigma psikologi tertentu ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pembagian perangkat kesadaran manusia menjadi conscious mind dan sub-conscious mind mungkin tidak terdapat di model psikologi klasik, walaupun mungkin jika sedikit disesuaikan akan mirip dengan model psikologi dari paradigma psikoanalisa Sigmund Freud yang membagi kesadaran menjadi conscious mind, un-conscious mind, dan pre-conscious mind.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembagian di atas hanyalah suatu model yang umum dipergunakan di dunia hipnotis, dan bertujuan untuk mempermudah pemahaman awal bagaimana peristiwa hipnotis. Pada pengetahuan hipnotis yang lebih dalam lagi, terutama pada aplikasi clinical, maka model inipun menjadi tidak relevan lagi, bahkan seorang jenius di bidang hypnotherapy, yang juga seorang psikiater dan peletak dasar hypnotherapy moderen yaitu Milton H. Erickson akhirnya tidak pula memperdulikan model ini, karena fenomena manusia ternyata jauh lebih kompleks dari model psikologi manapun juga !</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Setelah seseorang kita hipnotis, apakah kita dapat memberikan saran yang mengancam keselamatannya, misalkan menyuruhnya untuk bunuh diri ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saran yang bertentangan dengan nilai dasar (basic belief system) tidak akan dilaksanakan walaupun saran ini berhasil memasuki sub-conscious mind.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Kontradikitif ! Di bagian awal anda katakan bahwa sub-conscious mind bersifat netral, tetapi sekarang anda mengatakan bahwa saran yang bertentangan dengan nilai dasar tidak akan dilaksanakan, bagaimana penjelasannya ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Manusia bukan mahluk sederhana. Setiap model psikologi hanya efektif dalam konteks pembahasan tertentu. Model psikologi manapun tidak dapat menjelaskan mekanisme utuh dari manusia sebagai mahluk yang sangat sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Sub-conscious mind sampai dengan saat ini diasumsikan bersifat netral sehingga dapat menerima informasi apapun juga. Dalam mekanisme secara utuh, sebenarnya sub-conscious mind juga memiliki kemampuan analisa yang mekanismenya sangat berbeda dengan conscious mind, analisa ini berlangsung terutama bila berhadapan dengan informasi yang terkait dengan pertahanan diri. Hal ini akan dijelaskan di bagian berikutnya karena akan terkait dengan efektivitas pemrograman sub-conscious mind untuk keperluan therapeutic.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peristiwa hipnotis berasal dari kekuatan sugesti atau komunikasi persuasif dari sang hypnotist.  Artinya, hipnotis tidak dapat dilakukan dengan cara &#8220;diam&#8221; atau komunikasi secara &#8220;bathin&#8221; saja ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ya benar sekali, hal ini menyangkut definisi ! Jika yang dimaksudkan adalah hipnotis, lebih tegas lagi hipnotis moderen, maka harus dilakukan melalui proses komunikasi nyata, baik secara verbal (lisan) maupun non verbal (bahasa tubuh).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah mendengar atau mengalami sendiri, suatu pengiriman pesan yang dilakukan secara &#8220;bathiniah&#8221;, misalkan seorang ibu yang rindu kepada anaknya yang berada di tempat lain sehingga secara alamiah terus menerus memikirkan sang anak, dan berakibat timbulnya dorongan yang begitu kuat dari sang anak untuk pulang mengunjungi ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ilustrasi di atas secara definisi bukanlah peristiwa hipnotis, tetapi lebih tepatnya disebut sebagai peristiwa &#8220;telepati&#8221;, yang lebih relevan untuk dijelaskan melalui pengetahuan &#8220;mind control&#8221; bukan melalui pengetahuan hipnotis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kelas pelatihan hipnotis, terkadang terdapat beberapa peserta yang berharap dapat melakukan hipnotis dengan hanya melalui &#8220;diam&#8221; atau secara &#8220;bathiniah&#8221;. Tentu saja hal ini merupakan kesalahan persepsi yang sangat mendasar mengenai ruang lingkup pengetahuan hipnotis. Pengetahuan hipnotis moderen tidak membahas teknik untuk &#8220;mempengaruhi&#8221; orang lain secara &#8220;telepatik&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/tanya-jawab/bagaimana-berlangsungnya-proses-hipnotis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hypnosis Bukan Sulap</title>
		<link>http://hipnotis.net/uncategorized/hypnosis-bukan-sulap</link>
		<comments>http://hipnotis.net/uncategorized/hypnosis-bukan-sulap#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 01:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Hypnosis, Bukan Sulap Bukan Sihir Oleh : Irawati Diah Astuti Suara Pembaruan Hipnosis atau hipnotis di Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai negatif. Entah dikaitkan dengan klenik dan mistis, atau dinilai berbahaya karena sering dipakai orang dalam melakukan aksi kejahatan. Padahal, jika diterapkan secara benar, hipnosis memiliki beragam manfaat. Hipnosis memiliki manfaat mengatasi masalah kejiwaan, kecanduan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hypnosis, Bukan Sulap Bukan Sihir</strong></p>
<p><font face="Verdana" size="2"><strong>Oleh :</p>
<p>Irawati Diah Astuti<br />
</strong>Suara Pembaruan</font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Hipnosis              atau hipnotis di Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai negatif.              Entah dikaitkan dengan klenik dan mistis, atau dinilai berbahaya              karena sering dipakai orang dalam melakukan aksi kejahatan. Padahal,              jika diterapkan secara benar, hipnosis memiliki beragam manfaat.             </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Hipnosis              memiliki manfaat mengatasi masalah kejiwaan, kecanduan obat, hingga              melangsingkan tubuh. Bahkan di dunia Barat, hipnosis sudah digunakan              sebagai metode alternatif pengganti anestesi. Pasien yang mau              dioperasi di dokter bisa memilih dihipnosis agar tak lagi merasakan              sakit. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Di              Indonesia, hipnosis sudah hadir cukup lama. Bahkan, organisasi The              Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) yang menaungi para ahli              hipnosis atau hipnoterapis di Indonesia sudah didirikan sejak 2002.              Namun, karena kondisi psikologis masyarakat yang sangat lekat dengan              hal-hal berbau mistis, hipnosis pun sulit diterima. Apalagi, banyak              juga kejahatan yang dilakukan dengan menyalahgunakan hipnosis.             </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Hipnosis              mulai menjadi tren sejak setahun belakangan. Tak bisa dimungkiri,              munculnya acara televisi yang dipandu Romy Rafael menjadi celah              hingga hipnosis bisa diterima masyarakat. Pasalnya, Romy mengemas              hipnosis menjadi sebuah hiburan, sehingga menarik disaksikan seluruh              lapisan masyarakat. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">&#8220;Karena              stereotipe hipnosis sudah buruk di Indonesia, saya mencoba              memperkenalkannya lewat dunia hiburan. Kalau langsung memperkenalkan              fungsi dan kegunaan hipnosis secara langsung, masyarakat bisa akan              bosan dan hasilnya tak efektif. </span>Dengan mempopulerkan lewat              dunia hiburan terlebih dulu, hipnosis akan memiliki eksistensi. Nah,              dari situ kemudian saya baru memperkenalkan apa sebenarnya hal-hal              positif yang bisa didapat dari hipnosis,&#8221; tutur Romy. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Hipnosis pun              meledak menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. </span>Memang, masih              banyak yang memandangnya dengan sebelah mata. Namun, setidaknya              sebagian sudah mulai mau percaya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Hal itu ditunjukkan lewat              jumlah klien Romy yang terus meningkat. Saat ditanya, kira-kira              berapa jumlah klien yang pernah ditanganinya, Romy menggeleng tanda              tak ingat. Maklum, ia tak hanya melayani klien yang berkonsultasi              secara <em>one on one</em>, namun juga kerap menggelar seminar atau              acara hipnosis massal. <span lang="IT">Salah satunya bahkan tercatat              dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai acara hipnosis terbesar              di Indonesia dengan peserta 8.000 orang sekaligus. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Meledaknya              hipnosis di Indonesia memberikan dampak positif terhadap              hipnoterapis yang sudah berkutat di bidang ini sejak lama. Di              antaranya NSK Nugroho dari klinik HypnoCare dan Mukti dari klinik              Diamond in You Hypnotherapy. Keduanya sama-sama berkutat di dunia              ini sebelum hipnosis menjadi tren. Bahkan Nugroho merupakan salah              seorang pendiri dan anggota IBH dan telah menjadi anggota dua              organisasi hipnoterapis internasional, yakni National Guild of              Hypnotist serta International Association of Counselors and              Therapists sebagai hipnoterapis bersertifikat. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><strong><span lang="IT">Motivasi              Kuat</span></strong><span lang="IT"> </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Metode yang              digunakan Nugroho, Mukti, maupun Romy tak berbeda jauh meski tetap              ada perbedaannya. </span>Saat klien mendaftar, mereka akan ditanya              mengenai keluhan masing-masing. Lalu, pada sesi awal, klien akan              berbincang-bincang singkat dengan hipnoterapis yang menanganinya.              Dengan demikian terapis akan mengetahui pola pikir klien, sekaligus              merasakan adanya <em>chemistry </em>dan koneksi serta mengetahui latar              belakang permasalahan klien. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">&#8220;Namun, dalam sesi awal ini,              saya berhak menolak klien, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa hal              yang membuat saya bisa begitu. Salah satunya jika saya merasa tak              sanggup menangani klien saya akan mereferensikannya kepada terapis              lain,&#8221; kata Romy. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Keluhan yang dibawa klien ke              terapis ini juga bermacam-macam, mulai dari masalah kejiwaan, stres,              ingin mengurangi berat badan hingga menambah rasa percaya diri.              Rata-rata, keluhan-keluhan tersebut bisa diselesaikan setelah              tiga-lima sesi pertemuan. Namun, itu pun masih bervariasi. Jika              masalahnya sangat pelik dan unik, bisa jadi sesi pertemuan yang              dibutuhkan pun jauh lebih banyak lagi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Menurut Mukti, umumnya              hipnosis gagal dilakukan kepada orang yang tak bisa menyugesti              dirinya sendiri. Pasalnya, dasar hipnosis adalah sugesti diri.              Selain itu, menurut Nugroho, hipnosis tidak akan memberikan hasil              instan bak sulap. Dibutuhkan waktu juga kemauan si klien untuk              berubah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">&#8220;Karena itu, proses              wawancara sebelum sesi hipnosis penting untuk dilakukan. Kami harus              mengetahui motivasi klien. Hipnosis bisa dilakukan jika klien mau              melakukannya, bukan karena paksaan dari orang lain,&#8221; Nugroho              menjelaskan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Romy menambahkan, tingkat              kegagalan kliennya biasa terjadi akibat ia tak mau menuruti              kurikulum terapi yang dilakukannya. Menurut Romy, seorang terapis              hanya berfungsi sebagai fasilitator perubahan. Kemauan untuk berubah              harus datang dari si klien sendiri. Harus ada kerja sama penuh              antara klien dan terapisnya agar hipnosis bisa berhasil dengan              sukses. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">&#8220;Kalau klien              tidak mau, kami pun tak bisa apa-apa. Makanya, terapi untuk berhenti              menggunakan narkoba misalnya, harus dicari dulu, motivasinya berasal              dari klien sendiri atau orang lain. Kalau ia disuruh oleh orang              lain, padahal dia sendiri masih nyaman dengan itu, bisa-bisa              terapinya tak akan sukses,&#8221; kata Romy. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><strong><span lang="IT">Cari Akar              Masalah</span></strong><span lang="IT"> </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Dalam sesi              terapi, umumnya terapis akan mencari akar masalah yang dihadapi sang              klien. Dengan mencari akar permasalahannya, diharapkan benang kusut              masalah yang dialami klien bisa diurai. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Seperti              masalah pelangsingan tubuh misalnya. Menurut Nugroho, banyak klien              yang tidak minta agar tubuhnya langsung kurus secara instan. Namun              banyak juga yang minta agar cara pandang dirinya terhadap tubuhnya              sendiri diubah, sehingga rasa percaya diri akan muncul sendiri.             </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">&#8220;Kalau ia              sudah merasa <em>pede</em>, efek langsing dan menarik akan keluar              dengan sendirinya juga,&#8221; tuturnya. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Dalam              istilah yang digunakan Romy, akar masalah seseorang disebut <em>             tranquilizer </em>atau penenang. Pecandu rokok biasanya menganggap              rokok sebagai penenang, yang bisa menenangkannya dari masalah atau              sebagai pemicu untuk mendapatkan ide. Sementara orang-orang yang              menderita kegemukan memiliki penenang masing-masing, dari es krim,              cokelat hingga makanan siap saji, sebagai cara untuk melarikan diri              dari masalah. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT">Jika yang              diselesaikan adalah akar dari segala masalah si klien, niscaya              mereka tak akan lagi mencari pelarian untuk bisa menenangkan diri.              Efeknya akan muncul kemudian hingga si klien bisa berhenti merokok              atau menghentikan konsumsi makanan berlebih hingga tubuh menjadi              lebih langsing. </span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Juga, ketiganya menekankan,              hipnosis tak akan bisa memberikan hasil instan bak sulap.             <span lang="IT">Dibutuhkan proses serta keinginan dari diri sendiri              agar bisa sukses secara bertahap. </span></font></p>
<p align="justify">             <span style="font-family: Verdana" lang="IT">             <font size="2">Jadi, jika Anda tertarik ikutan hipnosis hanya karena latah dan              berharap hasil mujarab setelah satu sesi, siap-siap kecewa.              Dibutuhkan lebih dari itu untuk bisa sukses, terutama motivasi dari              diri Anda sendiri. </font> </span><em>             <span style="font-family: Verdana"><font size="2">Enggak</font></span></em><span style="font-family: Verdana"><font size="2">              percaya? Buktikan saja sendiri !</font></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/uncategorized/hypnosis-bukan-sulap/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramai-Ramai Belajar Hipnotis</title>
		<link>http://hipnotis.net/uncategorized/ramai-ramai-belajar-hipnotis</link>
		<comments>http://hipnotis.net/uncategorized/ramai-ramai-belajar-hipnotis#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 04:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :Jodhi Yudono Harian Kompas Pada Sabtu siang di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif muda dari berbagai profesi. Hari itu, mereka memenuhi undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO) bernama Anggrek Communications untuk mengikuti workshop hipnotis selama delapan jam. Tujuannya, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Verdana" size="2">Oleh :</font><font face="Verdana" size="2"><strong>Jodhi                                       Yudono<br />
</strong>Harian Kompas</font></p>
<p align="justify">  			<strong><span style="font-family: Verdana" lang="IT"><font size="2">Pada Sabtu siang               di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang               terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif               muda dari berbagai profesi.</font></span></strong></p>
<p align="justify">              <font face="Verdana">              <span lang="IT"><font size="2">Hari itu, mereka memenuhi               undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO)               bernama Anggrek Communications untuk mengikuti </font></span></font> 			<font size="2">              <span style="font-family: Arial" lang="IT"> <em>              <span style="font-family: Verdana">workshop</span></em></span></font><font face="Verdana"><span lang="IT"><font size="2"> hipnotis selama               delapan jam. Tujuannya, tentu saja agar mereka mengerti tentang               hipnotis serta manfaatnya.</font></span></font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana"><span lang="IT"> 			<font size="2">Maka, setelah paruh               waktu ber</font></span></font><font size="2"><span style="font-family: Arial" lang="IT"><em><span style="font-family: Verdana">workshop</span></em></span></font><font face="Verdana"><span lang="IT"><font size="2">,               mulailah para peserta itu berpasang-pasangan untuk mempraktikan ilmu               hipnotis dari instruktur.</font></span></font></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Lalu, seorang yang               kebagian jadi hypnotist (orang yang menghipnotis) pun mulai               menghipnotis temannya, &#8220;Saya akan memandu anda untuk mengerahkan               kekuatan pikiran anda&#8230;Mohon anda rileks dengan memejamkan mata.               Selanjutnya, saya akan memandu anda agar anda dapat lebih mudah               melakukannya&#8230;anda cukup mendengarkan apa yang saya katakan&#8230;.&#8221;</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Begitulah, dengan ilmu               hipnotis yang baru didapat sekitar empat jam, para hypnotist dadakan               itu berusaha menyugesti Suyet (orang yang dihipnotis) laiknya               seorang hypnotist ulung.</font></span></p>
<p align="justify"><font face="Verdana"><span lang="IT"> 			<font size="2">Terdengar suara lembut               dari seorang peserta bernama Letta yang sedang menghipnotis seorang               wartawan, &#8220;Sekarang bayangkan anda sedang ada di pelukan istri. Anda               merasa nyaman, rileks, karena istri anda kini juga memijat anda               (Letta mulai memijat-mijat suyet sambil bibirnya meniup-niupkan               udara ke wajah suyet untuk mendukung kenyamanan si suyet). Isap               napas dalam-dalam, hembuskan (Letta mengeluarkan napasnya membantu               suyet, suaranya mirip seorang yang sedang melakukan </font></span> 			</font><font size="2"><span style="font-family: Arial" lang="IT"> <em>              <span style="font-family: Verdana">body language</span></em></span></font><font face="Verdana"><span lang="IT"><font size="2">, ssss&#8230;).               Ya, tidur anda kini makin lelap&#8230;&#8221;</font></span></font></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Sementara di               sebelahnya, terlihat seorang produser radio juga sedang               menghipnotis. &#8220;Korbannya&#8221; kali ini adalah seorang fotografer.               Sekitar sepuluh pasang peserta workshop itu asyik dengan perannya               masing-masing.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Melihat animo peserta               yang cukup tinggi, boleh jadi ini akibat dari sebuah tayangan               televisi yang memamerkan kemampuan hipnotis Romi Rafael yang tampak               begitu gampang &#8220;ngerjain&#8221; orang dengan ilmu hipnotisnya menjadi               sebuah tontonan yang menarik.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">&#8220;Nggak cuma itu.               Dengan tahu ilmu hipnotis, kita juga bisa menangkal kejahatan yang               dilakukan tukang gendam (hypnotiest tradisional) yang suka mencari               korban di pasar atau di mal,&#8221; tutur Erni Koesworini, pemilik EO               Anggrek Communications.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Letta, yang berprofesi               sebagai penyiar radio swasta di Jakarta itu mengaku,               keikutsertaannya dalam workshop itu sekedar memenuhi rasa               penasarannya mengenai hipnotis. &#8220;Syukur-syukur kalau bisa menguasai               ilmunya, jadi bisa dipraktikkan untuk menyugesti anak-anak agar               rajin belajar,&#8221; ujar Letta yang memiliki dua anak.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Ya, semenjak Deddy               Corbuzier &#8220;membumikan&#8221; sulap lewat televisi dan menjadikan sulap dan               pesulapnya kian dekat dengan masyarakat, rupanya kini gantian               hipnotis mendapat giliran memasyarakat.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Bahkan, instruktur               hipnotis <strong>Yan Nurindra</strong> yang siang itu memberikan workshop mengatakan,               dirinya kini mengajar hipnotis di empat kota : Jakarta, Semarang,               Yogyakarta dan Denpasar.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Itu artinya, ilmu               hipnotis bukan lagi menjadi ilmu angker yang cuma dimiliki oleh               mereka yang tabah berlaku batin dengan puasa, bertapa, atau melafal               doa, seperti yang dilakukan oleh para hypnotiest tradisional,               sebutan untuk mereka yang belajar ilmu hipnotis dengan cara-cara               klasik seperti disebut di atas yang menghasilkan &#8220;orang-orang sakti&#8221;               atau yang kita kenal dengan sebutan paranormal.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">&#8220;Awalnya, saya belajar               hipnotis juga dengan cara seperti itu. Menyepi ke tempat-tempat               keramat,&#8221; tutur Yan.</font></span></p>
<p align="justify"><font face="Verdana"><span lang="IT"> 			<font size="2">Menurut Yan, praktik               paranormal sebetulnya bagian dari hipnotis. Ketika mereka bertapa,               berpuasa, dan berolah batin lainnya, sebetulnya mereka sedang               memupuk keyakinan untuk berkemampuan sesuai dengan yang diinginkan.               Misalnya, kemampuan untuk tak mempan senjata tajam, mampu mengobati,               bahkan mempengaruhi orang lain. &#8220;Itu disebut </font></span> 			</font><font size="2"><span style="font-family: Arial" lang="IT"> <em>              <span style="font-family: Verdana">self hypnotis</span></em></span></font><font face="Verdana"><span lang="IT"><font size="2">,&#8221; jelas               Yan.</font></span></font></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Maka, ketika seseorang               sudah memiliki keyakinan dirinya berkemapuan, orang tersebut bisa               mentransfer ilmunya ke orang lain melalui sugesti.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Lalu, Yan pun memberi               contoh bagaimana proses lahirnya sebuah jimat yang diberikan oleh               &#8220;orang pintar&#8221;. Katanya, jimat itu sebetulnya anchor yang diberikan               kepada suyet (orang yang dihipnotis). Adapun anchor, adalah sugesti               berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran,               emosional, atau perilaku tertentu.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Yan memberi contoh,               saat suyet sudah berada di bawah pengaruh seorang paranormal, maka               paranormal itu pun mulai memberi anchor. Misalnya dengan sugesti               seperti ini, &#8220;saat kamu memegang benda ini (jimat) maka kamu tidak               merasa panas saat kulitmu saya bakar dengan korek.&#8221;</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Proses ini, menurut               Yan, sama dengan munculnya fenomena hantu. Hantu, kata Yan, adalah               entitas yang muncul dari diri seseorang yang pernah mendapat semacam               anchor dari orang lain. Misalnya, sejak kecil kita sudah diberi               anchor, bahwa kuburan, tempat gelap, pohon besar, rumah kosong,               adalah tempat-tempat berhantu. Nah, saat kita berada di               tempat-tempat tersebut, anchor itu pun mulai bekerja. Mereka yang               secara fisik maupun mental sedang lemah, akan lebih mudah melihat               ujud yang sekian lama mengendap di alam bawah sadarnya.<br />
</font></span><strong><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2"><br />
Ilmu hipnotis               modern dikenal manusia sejak abad 18. Tokoh utamanya adalah Franz               Anton Mesmer, dan disusul oleh James Braid, Charcot, Liebault,               Bemheim, Sigmund Freud, Clark Haul, dan sebagainya.</font></span></strong><font size="2"><strong><font face="Verdana"><span lang="IT"><br />
</span></font><span style="font-family: Arial" lang="IT">              <strong><span style="font-family: Verdana"> </span></strong></span><font face="Verdana"><span lang="IT"><br />
</span></font></strong></font> 			<span style="font-family: Verdana" lang="IT"><font size="2">Hipnotis oleh               para pakar di barat lebih diyakini sebagai seni ketimbang klenik.               Hipnotis, kata para pakar itu, merupakan seni sugesti, seni               komunikasi, seni merubah tingkat kesadaran, dan seni eksplorasi alam               bawah sadar.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Yan mengungkap, konsep               dasar hipnotis adalah belajar memahami fakta dan mitos di sekitar               hipnotis, memahami fungsi dan peranan Sub-Conscious (alam bawah               sadar), memahami perbedaan antara Western hipnotis dan Eastern               Hipnotis, memahami ruang lingkup Hipnotis dan fungsi hipnotis dalam               kehidupan sehari-hari, dapat melakukan Hypnosis sederhana dengan               prosedur yang benar, dengan orientasi utama ke stage hipnotis               (Entertaintment Hypnosis), serta apresiasi terhadap aplikasi khusus               hipnotis yang berisi antara lain : Professional Stage Hypnosis,               Clinical Hypnotherapy, Forensic Hypnosis, dan Anodyne Awareness.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Secara sederhana,               dengan memiliki dasar ilmu hipnotis  seorang Hypnotist dapat membuat               seseorang (Suyet) sangat relaks dan tenang. Bahkan pada orang-orang               tertentu dan dalam situasi tertentu, seorang Hypnotist dapat membuat               Suyet sangat tenang secara ekstrim, sehingga masuk ke suatu tahapan               yang dikenal sebagai kondisi &#8220;Hypnotic&#8221; atau &#8220;Tertidur Hypnosis&#8221;.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Pada saat Suyet sudah               dalam kondisi sangat rileks, atau dalam kondisi &#8220;Hypnos&#8221;, maka               Hypnotist dapat memberikan sugesti-sugesti yang relatif lebih mudah               diterima oleh Suyet dibandingkan dalam kondidi biasa.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Pertanyaan yang sering muncul               adalah, apakah setiap orang dapat menjadi seorang hypnotist? Yan               memberi jawaban begini, &#8220;Hipnotis adalah ilmu komunikasi yang sangat               prima. Oleh karena itu persyaratan dasar agar seseorang dapat               menjadi seorang Hypnotist yang ahli, dia harus memiliki kemampuan               komunikasi verbal dan non verbal (Body Language) yang sangat baik,               dan bersifat persuasif, mampu menginterptrestasikan bahasa tubuh               (Body Language) dari lawan komunikasi, Memiliki kreativitas tinggi               dalam berkomunikasi, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan strata               lawan komunikasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Kemudian, pertanyaan berikutnya               adalah, apakah setiap orang bisa dihipnotis? Rupanya, ada beberapa               persyaratan untuk seseorang bisa dihipnotis. Di antaranya adalah, ia               harus pada kondisi Hypnotisability: tidak menolak (Secara Sadar),               dapat berkomunikasi, berkemampuan untuk fokus.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">Secara umum, wilayah               kesadaran manusia memiliki tiga kategori. </font> </span>              <span style="font-family: Verdana"><font size="2">Terdiri dari: Kesadaran Tinggi               (Super-Conscious), Kesadaran Normal (Conscious), Bawah Sadar               (Sub-Conscious). Dalam kehidupan sehari-hari, mekanisme manusia               biasanya terdiri: Conscious 12 % , Sub-Conscious 88 %.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Nah, keberhasilan praktik               hipnotis adalah ketika suyet sudah berada pada situasi deep trance.               Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya.               Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) suyet, tingkat keaktifan               berpikir suyet, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang               hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan suyet terhadap seorang               hypnotist.<br />
</font></span><strong><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2"><br />
Pre-Induction               (pra-induksi) merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu               situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hypnosis               dan Suyet.</font></span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Agar proses Pre-Induction               berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hypnotist harus dapat               mengenali aspek-aspek psikologis dari Suyet, antara lain : hal yang               diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui Suyet terhadap               Hypnosis, dan seterusnya.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Pre-Induction dapat berupa               percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang               bersifat mendekatkan seorang Hypnotist secara mental terhadap               seorang Suyet.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Pre-Induction merupakan tahapan               yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses hipnotis diawali               dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Langkah berikutnya adalah               Induction (induksi). Merupakan kunci utama dalam proses hipnotis,               karena proses inilah yang akan membawa Suyet dari kondisi &#8220;Beta&#8221; ke               kondisi &#8220;Alpha&#8221; bahkan &#8220;Theta&#8221; dengan kondisi sepenuhnya di bawah               kendali seorang Hypnotist.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Bagian utama dari induction               adalah &#8220;kalimat kunci&#8221; dari seorang Hypnotist, ketika memerintahkan               seorang Suyet untuk tidur &#8220;Hypnotic&#8221;, di mana selanjutnya Hypnotist               akan mengambil alih kendali atas Sub-Conscious Suyet.</font></span></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Secara utuh, proses  			</font><font size="2"><span style="font-family: Arial"> <em>              <span style="font-family: Verdana">induction </span></em></span> 			</font><font face="Verdana" size="2">terdiri dari 3               bagian, yaitu: Relaxation, adalah proses untuk mengurangi keaktifan               BrainWave Suyet (High Beta to Low Beta). Induction, adalah Proses               untuk membawa Suyet ke Brainwave Alpha, untuk selanjutnya siap               di-sugesti dengan &#8220;kalimat kunci&#8221;. Deepining adalah proses untuk               membawa Suyet ke &#8220;Trance Level&#8221; yang lebih dalam (Theta).</font></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Selanjutnya, sampailah kita pada               proses Dept Level Test. Seringkali diistilahkan dengan &#8220;Trance Level               Test&#8221; atau pengujian tingkat kedalaman &#8220;Hypnotic&#8221; seorang Suyet.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Bagi seorang Stage hypnotist,               perlu memperoleh seorang Suyet dengan   tingkat kedalaman &#8220;Trance&#8221;               tertentu. Minimal : Medium Trance. Bagi seorang Hypnotherapist,               tingkat kedalaman &#8220;Trance&#8221; akan   berkaitan dengan efektivitas               pengaruh Sugesti Therapi yang akan   diberikan kepada Suyet.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Depth Level Test dilakukan               dengan cara memberikan perintah sederhana   yang berlawanan dengan               logika kesadaran biasa (Conscious). Jika tingkat kedalaman &#8220;Trance&#8221;               yang dimaksud belum dicapai, maka   Hypnotist harus melakukan               &#8220;induction&#8221; kembali. Seringkali diikuti   dengan segesti yang               bersifat &#8220;provokatif&#8221;. Tidak setiap orang dapat mencapai tingkat               &#8220;Trance&#8221; yang dalam. Hal   ini tidak menjadi masalah dalam               Hypnotherapy.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Kemudian kita menginjak pada               langkah Suggestion atau Sugesti. Merupakan tahapan inti dari maksud               dan tujuan proses hipnotis. Pada tahapan ini seorang Hypnotist mulai               dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke Sub-Conscious Suyet.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Setelah itu, kita menuju tahapan               Post Hypnotic Suggestion. Yakni,  suatu Sugesti yang tetap &#8220;bekerja&#8221;               walaupun seorang telah berada dalam kondisi pasca-hipnotis (normal).               Post Hypnotic Suggestion merupakan hal penting yang mendasari proses               Clinical Hypnotherapy.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Apabila hypnotist ingin               mengendalikan Suyet, ia bisa menggunakan simbol bunyi atau tindakan.               Inilah yang disebut Anchor. Yakni sugesti berupa simbol-simbol yang               akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku               tertentu disebut juga dengan &#8220;Anchor&#8221;. Inilah yang sering               dipraktikan Romy Rafael di televisi atau dikenal dengan istilah               anchoring, yang merupakan proses &#8220;Programming&#8221; seorang Hypnotist               terhadap Suyet. Misalnya, mulai saat ini, jika kamu melihat Warung               Tegal, maka kamu tidak dapat menahan keinginan kamu untuk mentraktir               saya!</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Tahap paling akhir adalah               Termination, yakni suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnotis.               Konsep Termination adalah agar seorang Suyet tidak mengalami kejutan               psikologis ketika terbangun dari &#8220;tidur hipnotis&#8221;.</font></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana"> 			<font size="2">Standar dari proses Termination               adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang               Suyet lebih segar dan relaks, kemudian diikuti dengan regresi               beberapa detik untuk membawa Suyet ke kondisi normal kembali.<br />
</font>              </span><font face="Verdana" size="2"><span lang="IT"><br />
</span></font><span style="font-family: Arial" lang="IT">              <strong><span style="font-family: Verdana"><font size="2">Di ruang yang tak seberapa               lebar itu, proses saling menghipnotis pun usai pada sore hari.               Pasangan-pasangan yang sudah mempraktikan pelajaran hipnotis pun               saling berdialog.</font></span></strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IT"> 			<font size="2">&#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;               tanya Letta kepada Suyet.<br />
&#8220;Apanya yang bagaimana?&#8221; Suyet ganti bertanya.<br />
&#8220;Terhipnotis nggak sama saya?&#8221;<br />
Suyet tersenyum.<br />
&#8220;Kok senyum?&#8221; Letta mulai penasaran.<br />
Suyet senyum lagi. Letta tambah penasaran. Ia pun mulai merajuk,               kepingin tahu betul, apakah ilmu hipnotisnya sudah bisa diandalkan               atau belum.<br />
&#8220;Gimana? Jangan senyum-senyum gitu dong,&#8221; ujar Letta tambah               penasaran.<br />
&#8220;Jawaban jujur atau terus terang?&#8221; </font> </span>              <span style="font-family: Verdana"><font size="2">Suyet menjawab.<br />
&#8220;Ya yang jujur dong.&#8221;<br />
&#8220;Saya malah terangsang.&#8221;<br />
&#8220;Hah?!&#8221;<br />
&#8220;Habis situ menghipnotisnya pakai pijat-pijat segala sih.&#8221;</font></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/uncategorized/ramai-ramai-belajar-hipnotis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Manakah Hipnotis Berasal ?</title>
		<link>http://hipnotis.net/tanya-jawab/dari-manakah-hipnotis-berasal</link>
		<comments>http://hipnotis.net/tanya-jawab/dari-manakah-hipnotis-berasal#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 09:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hipnotis.net/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Hipnotis dan fenomena semacam hipnotis sangat banyak ditemui dalam berbagai format, mulai dari hipnotis yang sangat moderen, sampai dengan ritual-ritual tradisional yang juga menimbulkan gejala hipnotis. Tanya-jawab pada bagian ini akan membahas perkembangan pengetahuan hipnotis dari jaman ke jaman, serta berbagai penjelasan yang dapat memberikan pemahaman proses metamorfosa pengetahuan hipnotis dari sekedar suatu gejala yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">Hipnotis dan fenomena semacam hipnotis sangat banyak ditemui dalam berbagai format, mulai dari hipnotis yang sangat moderen, sampai dengan ritual-ritual tradisional yang juga menimbulkan gejala hipnotis.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #333399;">Tanya-jawab pada bagian ini akan membahas perkembangan pengetahuan hipnotis dari jaman ke jaman, serta berbagai penjelasan yang dapat memberikan pemahaman proses metamorfosa pengetahuan hipnotis dari sekedar suatu gejala yang sulit dipahami, hipotesa awal di masa mesmerisme, sampai dengan penyempurnaan formulasi yang mengantarkan hipnotis menjadi salah satu pengetahuan yang ilmiah.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-51"></span><strong>Dari manakah asal muasal  pengetahuan hipnotis ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak begitu diketahui kapan dan dimana fenomena hipnotis mulai dikenal manusia, yang jelas praktek hipnotis dengan berbagai istilah dan sebutan telah ada sejak ribuan tahun silam, tumbuh bersama kebudayaan kuno di berbagai belahan bumi dan dalam berbagai bentuk ekspresi, pada umumnya berupa ritual penyembuhan dan upacara keagamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah fenomena hipnotis dalam bentuk tradisional juga terdapat di Indonesia ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia fenomena semacam hipnotis dalam bentuk tradisional dapat dengan mudah diketemukan di berbagai wilayah, antara lain kesenian kuda lumping di pulau jawa, permainan bambu gila di maluku, sampai dengan ritual tusuk keris di sulawesi dan pulau bali.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu kapan hipnotis mulai berkembang menjadi suatu ilmu pengetahuan ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar literatur menyepakati bahwa era ini dimulai pada abad ke-18, ketika Franz Anton Mesmer seorang intelektual yang berasal dari Austria melakukan penelitian dan membawanya kepada teori <em>animal magnetism</em>. Dari hasil penelitiannya Mesmer meyakini bahwa alam semesta memiliki energi magnet yang berpengaruh terhadap manusia. Berbagai penyakit ditimbulkan karena ketidak seimbangan jumlah magnet ini pada tubuh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya berdasarkan teori ini, Mesmer melakukan banyak penyembuhan dengan metode merangsang tubuh pasien dengan kepingan-kepingan magnet di bagian-bagian tertentu yang dianggap kekurangan energi magnet. Pada perkembangan berikutnya Mesmer bahkan melakukannya dengan tanpa magnet fisik, melainkan melalui tubuhnya sendiri yang diyakininya dapat menghasilkan daya magnet. Pada tahapan inilah Mesmer mulai menerapkan pola hipnotis walaupun ia tidak menyadarinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Metode <em>hypnosis</em> ala mesmer ini dikenal sebagai teknik mesmerisme ini nantinya akan memicu berbagai polemik sekaligus penelitian lebih lanjut dari para ilmuwan barat, yang kelak akan mempengaruhi arah selanjutnya dari pengetahuan hipnotis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kapan istilah hipnotis mulai dipergunakan ? Dan apakah kemudian terjadi perubahan teori dalam menyikapi peristiwa hipnotis ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perkembangan berikutnya, banyak nama-nama ilmuwan yang meneliti fenomena hipnotis, antara lain James Braid seorang dokter Inggris yang sekaligus merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah &#8220;hypnosis&#8221;. Yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi &#8220;hipnotis&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">James Braid mempercayai bahwa &#8220;keadaan hypnos&#8221; adalah suatu bentuk <em>nervous sleep</em> (tidur saraf) yang diakibatkan oleh perhatian terus menerus (fokus) pada objek tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah teori James Braid yang menjadi teori dasar bagi hipnotis moderen ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan ! Setelah James Braid banyak ilmuwan lain yang melanjutkan penelitian fenomena hipnotis, antara lain : Ambroise Auguste Liebeault (Perancis), Jean Martin Charcot (Perancis), Pierre Janet (Perancis), dan masih banyak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada era ini mulai diyakini bahwa fenomena hipnotis diakibatkan oleh kekuatan dari sugesti, dan dianggap sejak saat inilah hipnotis memulai bentuknya sebagai ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berarti pengetahuan hipnotis yang terdapat pada saat ini dilandasi oleh teori yang disusun oleh Liebeault, Charcot, dan Pierre Janet ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sepenuhnya, karena pada abad ke-20 terjadi berbagai studi yang membuat paradigma hipnotis menjadi sangat moderen dan efektif untuk diterapkan di berbagai hal.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa nama besar yang sangat berjasa dalam pengembangan pengetahuan hipnotis di abad-20 ini antara lain Milton H. Erickson, Dave Elman, Charles Tebbets, dan Ormond McGill, mereka semua berasal dari USA.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Siapakah Milton H. Erickson ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Milton H. Erickson adalah seorang psikiater yang merupakan salah satu legenda besar di dunia <em>hypnotherapy</em>. Erickson merubah paradigma <em>hypnotherapy</em> dari pola <em>authoritarian</em> (otoriter) menjadi pola kerjasama antara <em>hypnotherapist</em> dengan klien.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang hidupnya, hampir setiap hari Erickson melakukan <em>hypnotherapy</em> kepada klien dari berbagai kalangan. Dari pengalamannya dalam menangani ribuan klien, Erickson mengembangkan prinsip-prinsip baru dalam proses hipnotis maupun <em>hypnotherapy</em> yang kelak akan dikenal di dunia <em>hypnotherapy</em> moderen sebagai aliran <em>ericksonian hypnotherapy</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh dari pola <em>ericksonian hypnotherapy</em> adalah penggunaan induksi (sugesti untuk membawa klien ke keadaan hypnos) dalam gaya bahasa tidak langsung, penggunaan metafora dalam sugesti <em>therapeutic</em>, dan teknik-teknik yang menyebabkan proses disorientasi yang dikenal dengan istilah <em>confusion method</em> (metoda membingungkan).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ericksonian hypnotherapy</em> di kemudian hari juga menjadi salah satu pilar dari pengetahuan <strong>NLP</strong> (Neuro Linguistic Programming), teknik pemberdayaan diri yang dikembangkan pertama kalinya oleh John Grinder dan Richard Bandler.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berarti pada saat ini hipnotis moderen berorientasi kepada kekuatan sugesti ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jawabannya ya dan tidak, karena pada saat inipun masih banyak yang meyakini pola mesmerisme, biasanya di kalangan <em>stage hypnotist</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Mesmerisme merupakan suatu pola yang tidak dapat selalu dibuktikan, sehingga merupakan pola eksklusif yang tidak dapat dianalisa. Artinya untuk sebagian orang pola ini berhasil, sedangkan sebagian lainnya mungkin tidak, tanpa dapat dianalisa secara akurat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pola sugesti merupakan pola yang relatif lebih ilmiah, karena dapat dianalisa dengan bantuan pengetahuan komunikasi dan psikologi praktis. Oleh karena itu 90% pengajaran hipnotis moderen menerapkan pengetahuan yang berbasiskan kepada kekuatan sugesti.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah contoh dari hipnotis yang berbasis Mesmerisme ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat ini masih banyak <em>hypnotist</em> yang meyakini prinsip mesmerisme, dan tetap menganggap bahwa energi magnet dapat membawa seseorang ke &#8220;keadaan hypnos&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Praktek  mesmerisme secara klasik dapat berupa hipnotis dengan dengan melambaikan telapak tangan naik dan turun di depan wajah subyek, dan diyakini sebagai upaya mengeluarkan magnet yang akan membuat subyek memasuki kondisi Hypnosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Praktek mesmerisme yang lain adalah mempercayai adanya &#8220;thought projection&#8221; atau pengiriman gelombang pikiran yang akan mempengaruhi subyek. Sebenarnya teknik semacam ini lebih tepat dimasukkan ke kelompok pengetahuan ESP (Extra Sensory Perception) yang merupakan bagian dari pengetahuan &#8220;mind control&#8221; (pengendalian pikiran).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Banyak yang berpendapat bahwa Ormond McGill adalah penganut aliran mesmerisme ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ormond McGill merupakan tokoh hipnotis besar dunia yang digelari sebagai &#8220;The Dean of American Hypnotists&#8221;, sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk memahami berbagai fenomena hipnotis di berbagai tempat di dunia, mulai dari praktek mesmerisme sampai dengan ritual &#8220;yoga nidra&#8221; dari India.</p>
<p style="text-align: justify;">Ormond McGill juga seorang penghibur yang luar biasa dan telah mempertunjukkan <em>stage hypnosis</em> lebih lama dari siapapun juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ormond McGill bukan penganut mesmerisme, tetapi dia dapat mendemonstrasikan nyaris seluruh metode hipnotis yang pernah ada di muka bumi. Mesmerisme hanyalah salah satu metode dari sekian banyak metode favoritnya ketika beraksi di pertunjukkan <em>stage hypnosis</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hipnotis.net/tanya-jawab/dari-manakah-hipnotis-berasal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

